Burung Merak by Maria A. Sardjono Online

Burung Merak
Title : Burung Merak
Author :
Rating :
ISBN : 9789792269543
Language : English
Format Type : Paperback
Number of Pages : 496

Sejak awal perkenalannya dengan Wibisono, Ana telah mempunyai firasat bahwa laki-laki itu memandang rendah padanya, meremehkannya, dan tidak bisa dipercaya. Karenanya ia ingin melepaskan diri dari daya pikat lelaki itu. Namun sayang, jerat-jeratnya terlalu kuat dan terlalu liat. Sayangnya pula, Ana tidak pernah menyangka bahwa Wibisono memang berniat menjeratnya untuk membSejak awal perkenalannya dengan Wibisono, Ana telah mempunyai firasat bahwa laki-laki itu memandang rendah padanya, meremehkannya, dan tidak bisa dipercaya. Karenanya ia ingin melepaskan diri dari daya pikat lelaki itu. Namun sayang, jerat-jeratnya terlalu kuat dan terlalu liat. Sayangnya pula, Ana tidak pernah menyangka bahwa Wibisono memang berniat menjeratnya untuk membalaskan dendam keluarganya.”Buruk merak itu harus kutangkap,” begitu berulang kali Wibisono berkata kepada dirinya sendiri dengan perasaan geram. Lelaki itu menjulukinya ”buruk merak”, burung berbulu indah yang angkuh. Burung merak yang munafik, karena Wibisono merasa gadis itu sok suci dan sok jual mahal padanya.Dan Wibisono yang sudah dibutakan dendam itu tidak bisa melihat lagi dengan hati yang jernih bahwa Ana sesungguhnya memang gadis baik-baik yang selalu berhati-hati dalam pergaulannya dengan laki-laki. Ana sangat berbeda dengan saudara-saudara perempuannya yang lain. Maka ketika dendam telah dituntaskan, penyesalan pun menyergap kuat dirinya. Namun nasi telah menjadi bubur....


Burung Merak Reviews

  • Yuliana

    Sejak awal perkenalannya dengan Wibisono, Ana telah mempunyai firasat bahwa laki-laki itu memandang rendah padanya, meremehkannya, dan tidak bisa dipercaya. Karenanya ia ingin melepaskan diri dari daya pikat lelaki itu. Namun sayang, jerat-jeratnya terlalu kuat dan terlalu liat. Sayangnya pula, Ana tidak pernah menyangka bahwa Wibisono memang berniat menjeratnya untuk membalaskan dendam keluarganya."Buruk merak itu harus kutangkap," begitu berulang kali Wibisono berkata kepada dirinya sendiri de [...]

  • AnaFitriana

    3,5*Setelah sebelumnya saya kecewa dengan ending buku Bukan Istri Pilihan, Burung Merak cukup mengobati kekecewaan saya(tsaaahh). Kekeraskepalaan Wibisono, dan Ana, ditambah teguhnya prinsip hidup Ana membuat saya kagum dengan 2 tokoh central ini. Di dunia nyata, 2 orang dengan karakter seperti ini, mungkin sulit bersatu bahkan jika memiliki cinta yang besar sekalipun, tapi oma "mengeksekusinya" dengan manis. 😊Ana, gadis yang teguh pendirian dalam hubungannya dengan lelaki, baik berteman bias [...]

  • Eka Situmorang-Sir

    Jadi ceritanya gini Saya udah berulang kali mencoba melanjutkan membaca buku ini tapi ternyata sulit banget karena. Karena ternyata saya gak suka diksinya. Terlalu EYD, terlalu jaman dulu banget. Dan awalannya kok kayak lambat banget plotnya Berputar-putar. Untuk bilang ke kamar mandi aja ada sekitar 4 halaman dialog yang dituliskan :| .Setelah hampir 6 bulan novel ini nggak selesai juga saya baca, akhirnya saya coba pendekatan yang berbeda. Saya baca satu bab paling akhir novelnya. Dan Lha kok [...]

  • Mandewi

    Sinetron banget lah. Awalnya nyebelin, lama-lama nyantol juga. Yaelah. :'D

  • Pattrycia

    Bahasanya terlalu baku sehingga susah dimengerti, ceritanya terlalu sinetron, terlalu bertele-tele, banyak detail yang (mnurt saya) ga penting. Just not my cup of tea.

  • Alexandra

    Ana, memilih tinggal bersama sang ayahnya di Jakarta sejak perceraian kedua orangtuanya, tidak seperti sang kakak dan adik-adiknya -Evi, Ika, dan si kembar Hari dan Hadi- yang memilih tinggal bersama sang ibu. Kehidupannya sederhana, dengan ibu tiri yang baik, dan saudara seayah, Deni.Sementara kehidupan saudaranya bermewah-mewah, khususnya Evi dan Ika. Mereka menjadi orang terkenal, yang penuh dengan sensasi. Sang kakak, Evi, berulang kali menikah, bahkan pernah dengan seorang pria yang lebih c [...]

  • Kurnia

    Akhirnya malah novel yang sekadar dibaca yang pertama kali jadi buku pertama yang selesai di tahun 2018. Yah, walau buku ini lumayan lelah juga bacanya karena baca di iJak, tetapi lumayan nagih juga untuk tahu kelanjutannya. Kekurangannya, terganggu dengan bahasa yang kurang luwes, penjelasan yang bertele-tele dan kurang padat, dua karakter utama dalam tokoh yang kadang bikin mikir, "eh kok gini; yah, masa gitu doang?" dan sebagainya. Tetapi, novel ini malah bikin saya kangen dengan novel-novel [...]

  • Yulia Anggraini

    Baru kali ini aq baca Maria. A Sardjono punya :) Ana,seorang gadis cantik yang masih memegang prinsip n nilai2 moral,yang sejak ortux bercerai dy memilih tinggal dengan ayah n ibu tirixdangkan 4 sdrax yg lain tinggal dengan ibu mereka yg menceraikan ayahx demi menikah dgn pria yg lebih kaya 2sdra perempuanx benar2 membuat ana malu krna tingkah lakux, kakakx evi seorang penyanyi terkenal telah menikah 4 kali n suamix yg k3 seorang pria yg pantas jd bapakx n telah mempunyai cucuudarax yg lain ika [...]

  • Tiara D. A. Purnomo

    Sukaaaaaaa banget!What a hopelessly romantic I am!Kisah pembalasan dendam itu salah satu cerita klise selain kisah-kisah ala cinderella yang jadi favoritku :D.Dan untungnya sudah cukup terbiasa membaca bukunya Maria-sensei jadi nggak kaget dengan bahasa baku. Maklumlah ya, namanya juga cerita lama. Tapi asyik lho, manis banget sih kalo menurutku menitipkan pesan lewat surat itu, meskipun kalo dilihat di zaman sekarang ini memang terkesan nggak praktis.Yang paling aku suka itu, meskipun Ana bersi [...]

  • Annisa Purnomo

    bukunya bagus walaupun awalnya agak bosan karena penjelasan yang terlalu panjang. saya memang kurang suka satu halaman dengan paragraf penuh. awalnya sempet ngira wibisono itu ada sangkut pautnya sama oki, tapi langsung ilang pas si tokoh oki udah gak diceritain lagi. dan pas di akhirnya, ternyata eh ternyata. jelas aja dia sakit hati, tapi caranya memang kekanak-kanakan. suka banget sama karakter ana yang penuh prinsip dan bisa main argumen sama orang senyebelin wibisono. walaupun ganteng. hehe [...]

  • YulianaPermata Sari

    Nah, yang tidak saya sukai adalah banyaknya pengulangan. Pengulangan istilah seperti orang yang perpapasan di atas kapal, juga pengulangan cerita tentang hubungan Ana dan Wibi. Misal Wibi bercerita pada ibunya menggunakan dialog langsung bagaimana hubungannya dengan Ana, padahal sebagai pembaca yang sudah mengetahuinya, saya merasa tidak perlu membaca kisah itu lagi.Walaupun akhir kisahnya sudah ketahuan sejak awal, saya menaruh kecewa karena cara mereka mengakhirnya terlalu singkat. Saya berhar [...]

  • Feby Sutiadji

    saya selalu ngeliat dulu siapa penulisnya sih ya, pas tau penulisnya seorang penulis senior (baca: bukan penulis jaman sekarang) langsung agak ilfeel. Bener aja, penuturannya membosankan, gaya bahasanya orangtua / ibu-ibu banget. Dua karakter yang berbeda harusnya berbeda cara bicaranya, namun baik wibisono maupun Ana gaya bicaranya sangat mirip.

  • Delta Yordani

    Sukaa pakek banget ^^Meskipun banyak pengulangan kata-kata, tapi tetap bikin semangat buat dibaca sampai habis.

  • Retha Aryudhanti

    Ceritanya simpel,sering terjadi dlm kehidupan org bnyk. Secara keseluruhan gw suka bgt sm novel ini, dpt bnyk sejarah Indo yg gw ga prnh tw, bahasanya jg ga ribet! nice book! :)

  • Astrid Pakilaran

    Tidak mengecewakan walaupun akhirnya masih tetap seperti buku2 lainnya serasa digantung

  • Gea Harovansi

    bugot.wordpress/2012/04/19